Desain Grafis dan Tragedi

Mungkin sudah terlalu banyak tulisan mengenai simpati yang muncul terkait tragedi Paris beberapa hari yang lalu, sudah banyak tulisan yang saya amini terkait berbagai opini dimana agama diyakini bukan menjadi alasan untuk membinasakan perbedaan, tidak pernah dibenarkan atas nama agama menjadi alasan kita mengambil peran untama Tuhan sebagai penentu kehidupan makhluk lain. Atas semua tragedi yang terjadi belakangan (dan seluruh peristiwa pemicu tragedi tersebut) saya berduka sedalamnya.

Namun kali ini saya ingin sedikit membahas kejadian lain yang berkembang disekitarnya dan terkait disiplin yang saya pelajari yaitu desain grafis. Apa kaitan desain grafis dengan sebuah tragedi? Tidakkah desain grafis terlalu “remeh-temeh” dibanding dengan disiplin ilmu lainnya yang terdampak dengan tragedi yang ada (ekonomi, politik, agama/isme, pariwisata, pergerakan penduduk dunia (terkait arus pengungsi), dsb)? Saya sebagai desainer grafis tentu tidak dalam porsi untuk membela disiplin saya ini, tetapi saya ingin sedikit mengajak teman-teman melihat suara desain grafis pada tragedi ini (tragedi Paris pada khususnya).

Bagi saya desain grafis tidak berbicara mengenai dekorasi visual tetapi bercerita tentang solusi visual, saya membagi komunikasi dalam dua hal: teks dan visual (untuk pembahasan lebih lanjut tentu teks akan memiliki kehadiran/estetika visual), keduanya bisa hadir saling menguatkan dan keduanya bisa dengan sangat kuat hadir sebagai komunikan tunggal yang vokal. Dalam kasus tragedi Paris desainer grafis Perancis Jean Jullien berteriak dengan lantang melalui karyanya.

image
"Peace for Paris" karya Jean Jullien untuk merespon tragedi kemanusiaan pada 13 November 2015, di Paris, Perancis

Berbagai teks menggiring kita untuk berpihak pada kubu tertentu, berbagai pernyataan berusaha bersikap bijak atau bahkan mengajak mengangkat senjata. Sebuah coretan sederhana Jean Jullien menggabungkan ikon universal ‘perdamaian’ dengan siluet ikon kota paris menara Eiffel. Bila dilihat dari pemaknaan yang terkandung pada semua unsur visualnya sangatlah kuat desain ini mengambil sikap. Kepekaan akan klien, brief, hasil akhir dan kepekaan terhadap identitas wilayah (dalam konteks ini adalah Paris) menjadikan Jean Jullien menurut pandangan saya adalah desainer grafis jenius. Dia berbicara mengenai solusi visual, sebuah cita-cita akan damai di bumi (kali ini khususnya di Paris), tidak mengenai (visual) kebencian yang akan menuai tindak kebencian baru. Visual yang dibuat dan diunggah ke media sosial sesaat setelah kejadian tragedi Paris tetiba terduplikasi meluas/viral keseluruh dunia.

Disinilah kekuatan sebuah disiplin desain grafis, sebuah komunikasi yang mampu melampaui keterbatasan komunikasi karena perbedaan bahasa, sebuah bahasa visual yang mampu berbicara secara universal dan tepat sasaran. Ketepatan komunikasi ini tentu tidak semata-mata karena pemilihan bahasa visual dalam berkomunikasi, tetapi saya yakin lebih dikarenakan kemampuan Jean Jullien dalam berkomunikasi (membaca keadaan, peka terhadap sekitar, memahami semiotika, dan dibungkus dengan keterampilan olah visual yang baik). Bila dilihat penerimaan oleh masyarakat kita dapat sekali lagi menyimpulkan kekuatan komunikasi visual sebuah desain grafis, terkait pesan yang diangkat tentu bisa mengarahkan ke berbagai tindakan.

Tulisan ini tidak bermaksud meninggikan peran desain grafis, namun lebih pada membukakan mata para desainer grafis dan masyarakat. Saya mengajak desainer grafis untuk lebih peka dan memaksimalkan fungsi karya desain yang dibuat bukan sekedar visual-dekorasi semata tapi meletakan pada solusi visual. Saya juga mengajak masyarakat untuk lebih menuntut desainer grafis untuk mampu menerjemahkan kebutuhan solusi visual atas problem yang ada, bukan sekedar menuntut dekorasi estetika yang tak berdasar.

Salam, damai selalu di bumi

Adityayoga

-adityayoga-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s