Ontanisasi

Seorang teman bilang dia terharu dan kangen pada saat saya kirim rekaman suara takbiran dan beragam tetabuhan yang mengiringinya. Dia kangen sama indonesia katanya, padahal saat ini dia sedang berada di negara yg secara mutlak menyatakan dirinya negara islam, saya berasumsi bahwa perayaan agama (idul futri) disana seharusnya lebih meriah.

Saya langsung tersentak dan berpikir betapa islam masuk ke nusantara dengan sikap rendah hati untuk mau berbaur dan menyesuaikan dengan budaya di nusantara demi bisa menyebarkan nilai-nilai luhurnya. Berbagai bentuk budaya baru nan indah lahir ketika prinsip islam berdialog dengan kekayaan tradisi lokal nusantara. Tidak ada yang merasa lebih tinggi tidak ada yang merendahkan, esensi dasar ajaran islam tetap dijunjung menyesuaikan budaya asli nusantara yang sarat akan keragaman, keindahan dan nilai kemanusiaan yang tinggi.

Sangat sedih ketika hari ini banyak sekali fanatik-fanatik agama itu ingin memaksakan budaya arab ditelan mentah-mentah menjadi budaya yang harus diterima negeri ini tanpa penyesuaian. Saya percaya sebuah agama diturunkan oleh Tuhan secara vertikal dengan berbagai faktor..faktor geografis salah satunya…islam diturunkan di arab karena segala kondisi memang mengharuskan hal itu terjadi disana. Dan itu mengapa tuhan tidak menurunkan islam di nusantara, Tuhan menurunkan berbagai agama nusantara lainnya yang sesuai dengan budaya dan kondisi geografis kita.

Tapi saya juga percaya apabila tuhan membiarkan sebuah agama bergerak menyebar secara horisontal, Tuhan tidak pernah membiarkan agama bergerak merusak budaya yang dihampirinya, agama akan merangkul dan beradaptasi meninggikan budaya tersebut.

Saya percaya ketika agama merangkul sebuah budaya maka dia akan menghidupkan kemanusiaan didalamnya, dan saya percaya ketika agama merangkul politik yang bertujuan kekuasaan maka dia akan menghancurkan kemanusiaan dan budayanya.

Biarkan agama bermain dengan budaya setempat tanpa harus dipaksakan dalam bentukan yang paling rendah dengan menelan mentah-mentah. Biarkan indonesia menerima semua kepercayaan tanpa harus kehilangan jati dirinya.

Tulisan ini bukan tulisan menyambut idul-fitri. Tulisan ini hanya umpatan saya mengenai kesedihan saya melihat ceteknya orang melihat dan memahami agama.

Semoga kita bisa lebih menghargai budaya kita yang sangat tinggi dalam merangkul berbagai isme dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Keep indonesia close to your heart”

-adityayoga-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s